19 Nov 2010
pangeran sastra: puisi
pangeran sastra: puisi: "sepidiam membisumenunggu,menantitak tau pasti siapadatang dalam langkah tak ada suara terbisik tiupan angingelap,kelam dan heningtak ada, ha..."
1 Agu 2010
Bunga

apa yang harus kukatakan
untuk apa aku tuliskan
semua makna ada disini
meski hanya setangkai
tapi ini mengungkapkan semua kata,rasa ku padamu
dia ini memang diam dan senyap
tapi begitu banyak artinya untuk kuberi padamu
setiap warnanya mengandung arti sendiri
dan kata itu dia sudah tau untuk ku ungkapkan
terimalah bunga ini
bunga yang harum seharum cinta dan kasih
jagalah dia jangan sampai dia layu dan mati pada waktunya
karena manusia tanpa cinta juga akan mati
begitu juga dengannya, jika kamu tak menjaganya dia juga akan mati...
mengapa
benar tak ada rantai ataupun tali yang mengikatku
saat kaki ku melangkah jauh dari semua
benar juga tak ada yang menutup mulutku
saat aku ingin mengatakan sesuatu apa yang terjadi dan apa yang ku ingin
sekarang kamu tau?
dibalik wajahku, dibalik senyumanku
sebenarnya tersimpan jiwa yang sepi
benar aku masih bisa melewati waktu ke waktu, musim ke musim
namun cerita-cerita indah kini seperti menjauh dari ku
tak ada yang kata yang indah yang ingin aku dengar
kata yang penuh mesra
meski hanya terbisik
yang hadirkan rasa damai saat aku membuka mata untuk menatap pagi
saat malam menemaniku hingga hadirkan wajah impian dalam mimpiku
mengapa? bathinku seakan terima semua ini

tapi jauh dari dalam hatiku tersiksa
seakan aku punya rantai dan tali yang mengikatku,
dan ada yang menutup mulutku dari ungkapan kata
mengapa? dan sampai kapan ini akan berlalu
beri aku kata dan beri aku tujuan saat kakiku ingin melangkah yang bukan kewajiban
tapi tujuan untuk menemui keindahan dari lelahnya waktu
mengapa?
malam

malam datang kembali, itu takkan berhenti
sinarnya hilang dan senyap, jangan kau bertanya padanya
mengapa? jika rembulan dan bintang bersembunyi di balik wajah nya
karena dia hanya penjaga malam untuk membuat kita tenang
dan juga membuat siang bisa tidur dari dunia
malam datang kembali
dalam suara sepi
hanya ada nyanyian-nyanyian binatang di balik rawa-rawa kegelapan
malam datang kembali
dan angan ku pun terbang lagi sama angin yang datang membisik ditelinga
mataku terpana menatap nya walau itu dia tak bisa melukiskan wajahnya di kegelapan
namun dia membuat ku termenung dalam nyanyian indah
dan dalam suara hati yang lirih...
26 Jul 2010
Kenang

semua pasti akan berubah
waktu ke waktu, musim ke musim
ada jiwa yang mati, dan ada jiwa yang baru
itukan memang jalannya cerita dunia
perjalanan pasti melelahkan
apalagi kita yang masih merasakan masa-masa indah untuk kita jalani
semua takkan indah
tak selamanya indah
kan kita sering mendengar keluhan, curahan dari yang sebelumnya kita
hidup seperti penggantian
ada yang hilang pada orang yang kita cintai
meski tak rela, dia juga tetap terbang
dan juga ada yang lahir
yang pada tersenyum bahagia menyambut kedatangannya
dan suatu saat juga akn datang pada kita
entah kapan, hanya waktu saja yang menjawab
jalani ja setiap waktu yang ada dengan membuat tak ada yang benci, tak ada yang dibenci
tersenyum ja dan kenanglah,,,kenanglah,,,semua agar kita bisa mengambil hikmah,,,
kenanglah
23 Jul 2010
puisi
sepi
diam membisu
menunggu,menanti
tak tau pasti siapa
datang dalam langkah tak ada suara
terbisik tiupan angin
gelap,kelam dan hening
tak ada, hanya membisu terpaku
semu dan beku diam dalam kata
waktu berlalu pergi,datang menghampiri
tak ada apapun
tak ada nyanyian
tak ada irama
hanya suara angin yang membuat rerumputan menari dalam kegelapan
sepi,,,rasa ini sepi
sepi,,,suasana dan jiwa sepi
hanya itu kata
22 Jul 2010
puisi
Malam yang hening
jari tanganku hanya memegang sebatang rokok
mata memandang ke awan hitam
berharap akan ada bintang
temaniku dalam keadaan hening ini
pikiranku entah kemana
dia terbang dalam sela angan yang indah
yang membuat malam terus berjalan
namun dibalik smua hanya sandiwara
aku tersenyum sendiri,kdang termenung
sungguh tak ku tak tau arti ini
namum malam yang hening terus berlalu dan berganti
jari tanganku hanya memegang sebatang rokok
mata memandang ke awan hitam
berharap akan ada bintang
temaniku dalam keadaan hening ini
pikiranku entah kemana
dia terbang dalam sela angan yang indah
yang membuat malam terus berjalan
namun dibalik smua hanya sandiwara
aku tersenyum sendiri,kdang termenung
sungguh tak ku tak tau arti ini
namum malam yang hening terus berlalu dan berganti
Langganan:
Postingan (Atom)
