Laman

1 Agu 2010

Bunga


apa yang harus kukatakan

untuk apa aku tuliskan

semua makna ada disini

meski hanya setangkai

tapi ini mengungkapkan semua kata,rasa ku padamu


dia ini memang diam dan senyap

tapi begitu banyak artinya untuk kuberi padamu

setiap warnanya mengandung arti sendiri

dan kata itu dia sudah tau untuk ku ungkapkan


terimalah bunga ini

bunga yang harum seharum cinta dan kasih

jagalah dia jangan sampai dia layu dan mati pada waktunya

karena manusia tanpa cinta juga akan mati

begitu juga dengannya, jika kamu tak menjaganya dia juga akan mati...


mengapa

benar tak ada rantai ataupun tali yang mengikatku

saat kaki ku melangkah jauh dari semua

benar juga tak ada yang menutup mulutku

saat aku ingin mengatakan sesuatu apa yang terjadi dan apa yang ku ingin


sekarang kamu tau?

dibalik wajahku, dibalik senyumanku

sebenarnya tersimpan jiwa yang sepi

benar aku masih bisa melewati waktu ke waktu, musim ke musim

namun cerita-cerita indah kini seperti menjauh dari ku


tak ada yang kata yang indah yang ingin aku dengar

kata yang penuh mesra

meski hanya terbisik

yang hadirkan rasa damai saat aku membuka mata untuk menatap pagi

saat malam menemaniku hingga hadirkan wajah impian dalam mimpiku


mengapa? bathinku seakan terima semua ini

tapi jauh dari dalam hatiku tersiksa

seakan aku punya rantai dan tali yang mengikatku,

dan ada yang menutup mulutku dari ungkapan kata


mengapa? dan sampai kapan ini akan berlalu

beri aku kata dan beri aku tujuan saat kakiku ingin melangkah yang bukan kewajiban

tapi tujuan untuk menemui keindahan dari lelahnya waktu

mengapa?

malam


malam datang kembali, itu takkan berhenti

sinarnya hilang dan senyap, jangan kau bertanya padanya

mengapa? jika rembulan dan bintang bersembunyi di balik wajah nya

karena dia hanya penjaga malam untuk membuat kita tenang

dan juga membuat siang bisa tidur dari dunia


malam datang kembali

dalam suara sepi

hanya ada nyanyian-nyanyian binatang di balik rawa-rawa kegelapan


malam datang kembali

dan angan ku pun terbang lagi sama angin yang datang membisik ditelinga

mataku terpana menatap nya walau itu dia tak bisa melukiskan wajahnya di kegelapan

namun dia membuat ku termenung dalam nyanyian indah

dan dalam suara hati yang lirih...